HUBUNGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BAYI USIA 7 – 12 BULAN DI KELURAHAN PATEMON KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG
Abstract
Inisiasi menyusu dini juga berperan dalam pencapaian tujuan Millenium Development Goals (MDGs) salah satunya yaitu membantu mengurangi angka kematian anak balita. Dari studi pendahuluan didapatkan hasil bahwa dari 10 orang ibu yang mempunyai bayi usia 7-12 bulan, 6 (60%) orang yang melakukan IMD dapat memberikan ASI secara eksklusif dan 4 (40%) orang yang tidak melakukan IMD tidak bisa memberikan ASI secara eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bayi usia 7-12 bulan di Kelurahan Patemon Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
Pelaksanaan inisiasi menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir dalam waktu satu jam pertama pada awal kehidupannya. Pemberian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja tanpa makanan tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa bantuan bahan makanan padat seperti pisang, pepaya, nasi yang dilembutkan, bubur susu, biskuit, bubur nasi, tim, dan lain sebagainya sampai bayi berusia 6 bulan.
Penelitian ini termasuk dalam ruang lingkup pelayanan kebidanan ibu dan balita. Pendekatan yang digunakan adalah retrospective. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling yang berjumlah 37 responden.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pelaksanaan IMD sebagian besar termasuk dalam kategori melaksanakan IMD sebanyak 30 (81,1%) responden, keberhasilan pemberian ASI eksklusif sebagian besar termasuk dalam kategori memberikan ASI secara eksklusif sebanyak 30 (81,1%) responden. Ada hubungan antara pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bayi usia 7-12 bulan di Kelurahan Patemon Kecamatan Gunungpati Kota Semarang dengan nilai p value 0,000.
Saran yang disampaikan kepada tenaga kesehatan yaitu menerapkan inisiasi menyusu dini dengan benar serta dapat memberikan pendidikan kesehatan dan motivasi kepada ibu hamil tentang ASI dan inisiasi menyusu dini sehingga meningkatkan pelaksanaan inisiasi menyusu dini serta pemberian ASI eksklusif.


