HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEHAMILAN DILUAR NIKAH DENGAN PERILAKU SEKS PRA NIKAH DI RW I DESA TANGGEDU KECAMATAN KANATANG KABUPATEN SUMBA TIMUR
Abstract
Latar Belakang : Masa remaja adalah suatu tahap dengan perubahan yang cepat dan penuh tantangan yang sulit. Berbagai tantangan ini kadang-kadang sulit di atasi walaupun secara fisik sudah dewasa namun secara psikologis belum tentu. Sebagian kelompok remaja mengalami kebingungan untuk memahami tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, antara lain boleh tidaknya pacaran, onani, nonton bersama atau berciuman. Menurut data WHO tahun 2018 diperkirakan diseluruh dunia remaja sekitar 13 juta hamil, setiap tahunnya angka kejadian kehamilan diluar nikah sebanyak 3,2% karena pemerkosaan, sebanyak 12,9% karena sama-sama suka, sebanyak 45% kehamilan tidak terduga dan akibat seks bebas mencapai 22,6% dan 2019 diseluruh dunia diperkirakan 15 juta remaja setiap tahunnya hamil, 60% diantaranya hamil di luar nikah. Salah satu akibat dari kehamilan di luar nikah adalah ketidak tahuan atau minimnya tentang pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat mengakibatkan kehamilan. Dan tahun 2020 sebanyak 16 juta remaja berusia antara 15-19 tahun melahirkan setiap tahunnya (11% dari total jumlah kelahiran di dunia). Sebanyak 95% dari total remaja yang melahirkan berasal dari negara miskin dan berkembang. (WHO, 2020)
Sepanjang tahun 2019, tercatat 1.078 remaja usia sekolah melakukan persalinan, 976 kasus (90,5%) diantaranya hamil di luar pernikahan (kemenkes RI) Indonesia berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2020 jumlah penduduk Indonesia pada September 2020 mencapai 270,20 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 136,66 juta jiwa laki-laki dan 133,54 juta jiwa perempuan.
Tujuan : Mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang kehamilan diluar nikah Dengan Perilaku Seks Pra Nikah Pada Remaja di RW 1 Desa Tanggedu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur”. Metode : Penelitian ini menggunakan cross sectional adalah suatu penelitian dengan variable-variabel yang termasuk factor resiko dan variable-variabel yang termasuk efek diobservasi sekaligus pada waktu yang sama (Notoatmodjo, 2005). Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling pada keseluruhan populasi, sehingga didapatkan 30 sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang berjumlah 30 orang di RW 1 ( RT 01 dan RT 02) Desa Tanggedu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur.


