PENGARUH KEBERHASILAN PENGOBATAN TBC PARU DENGAN PENGETAHUAN PENGAWAS MINUM OBAT DI WILAYAH PUSKESMAS KEDUNGMUNDU
Abstract
Infeksi Penyakit TBC Paru disebabkan oleh bakteri Mycobakterium tuberculosis yang ditularkan melalui udara yaitu percikan ludah, bersin dan batuk. Penderita TBC Paru dikatakan sembuh jika hasil pengobatan penderita yang telah menyelesaikan pengobatannya secara lengkap dan pemeriksaan ulang dahak (follow-up) paling sedikit 2 (dua) kali berturut-turut hasilnya negatif yaitu pada AP (Akhir pengobatan) dan atau sebulan sebelum AP, dan pada satu pemeriksaan follow-up sebelumnya. Salah satu keberhasilan dalam pengobatan penderita TBC Paru adalah pengetahuan Pengawas Menelan Obat. Penelitian ini dengan rancangan Cross Sectional dan populasinya seluruh Pengawas Menelan Obat (PMO) TBC Paru di Wilayah Puskesmas Kedungmundu Semarang berjumlah 56 orang dan sampelnya sebanyak 35 responden.Tehnik sampling menggunakan sample random sampling serta Analisa dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil analisis didapatkan berpengetahuan cukup sebanyak 16 (45,7%) responden. Dan sebanyak 20 (57,1%) responden telah berhasil melakukan pengobatan TBC dengan minum obat secara teratur. Analisis Fisher’s exact tet sebesar 13,827 dengan p value sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh pengetahuan Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan Keberhasilan Pengobatan TBC Paru di wilayah Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang.Pada sarannya diharapkan pengawas menelan obat dapat memberikan informasi dan pemahaman yang sebanyak-banyaknya kepada penderita beserta keluarganya selalu minum obat secara teratur.


